Dari Tampomas Rinjani Episode 9

Hari Ketujuh, kami harus segera meninggalkan Rinjani dengan segala keajaibannya: Savana, danaunya, atau puncaknya. “Hal yang paling berkesan di Rinjani, ketika melihat bayangan orang yang shalat. Begitu panjang,”ujar Restu.

Pukul enam pagi mereka naik ojeg yang ditukar dengan uang 75ribu rupiah. Ojeg melaju menuju terminal Kecamatan. Warga Flores sedang ramai gerak jalan menyambut  HUT RI. Sesampai di terminal kami segera menaiki Elf menuju Mataram. 

3,5 jam perjalanan menuju Mataram. Kami dijamu oleh warga Sumedang yang bekerja di Dinas Kehutanan di Mataram, Ismail Tansar. Plecing kangkung membuat kami ketagihan selain rasanya mantap juga enak. 

Selepas makan kami diantar menuju pelabuhan. Jangan heran jika dipelabuhan kami ditanya orang,”mas boleh lihat karcisnya nggak?” ujar salah seorang calo. Itulah trik calo yang memanfaatkan situasi di tengah kepadatan.

Dengan cara melihat tiket seseorang lalu tiket tersebut dianggap palsu dan penumpang mesti membeli karcis dari mereka yang harganya sangat mahal.

Tapi, hal itu tak dirasakan kami sebab pak Isamil Tansar memberikan tiket gratis bagi kami anggota tim ekspedisi Khanoman menuju pulau Bali, tepatnya  Pelabuhan Padang Bai. 

Tak ada yang berkesan lagi dalam perjalanan pulang kali ini. Hanya saja kami, bertemu dengan teman sesama pendaki yang kami temui di Rinjani dulu, Iwan namanya.

Setelah berunding. Akhirnya tim, pun menginap satu hari di pulau dewata, Bali. Hanya satu hari. Tim diajak berkeliling di sekitar pantai Kuta, dan yang paling sulit di Bali adalah menemukan Makanan Halal. “Sepanjang jalan warung daging Babi mewarnai,” ujar Ilham 
untungnya ia seorang vegetarian. Makanan dengan tahu dan tempe sudah cukup bagi Ilham.

Jalan-jalan malam Bali (doc. khanoman adventure)


Sepanjang malam, dihabiskan di Bali. Keesokan harinya mereka menyebrang menuju Banyuwangi. Tidak lama saat menyebrang hanya 30 menit saja.

Tetapi, manajemen waktu sangatlah penting, kami telat 5 menit saja kereta api yang membawa kami menuju Surabaya sudah berangkat. Terpaksa kami menunggu, kami mencari warnet untuk membunuh kebosanan. “Lumayan sambil update status,” ujar Ilham yang mengaku semenjak di Rinjani akses komunikasi jarang dilakukan. 

Bersambung...

Dimensi Waktu Dalam Komunikasi AntarBudaya


sumber : internet


Waktu adalah elemen yang sangat penting bagi kehidupan. Bahkan di dalam Al Qur’an banyak ayat yang membahas tentang waktu. 

Ada 'Wad Duha' (ketika matahari sepenggalan naik), atau surat Al Ashr (Demi Masa). Bahkan ada umpama yang mengatakan bahwa, “Apabila hari ini lebih buruk daripada hari kemarin (celaka), apabila hari ini sama dengan hari kemarin  (rugi), dan apabila hari ini lebih baik daripada hari kemarin (untung)”.

Sekilas saya mendefinisikan tentang waktu. Dan apa yang dimaksud “Dimensi Waktu Dalam Komunikasi AntarBudaya.” Saya mencoba merangkum tema diatas, dari buku “Komunikasi AntarBudaya: Panduan Berkomunikasi Dengan Orang – Orang Berbeda Budaya”.

Perbedaan konsepsi waktu, perwaktuan dan tempo khusus dari kelompok – kelompok budaya dibicarakan sebagai dimensi komunikasi antarbudaya. Waktu sebagai variable penting dan serba meliputi, yang mendasari semua situasi komunikasi intercultural.

Aspek utama temporalitas manusia dijelaskan dan dihubungkan dengan situasi dan kondisi antarbudaya. “Perilaku temporal“, dapat digambarkan oleh taksonomi. 

Taksonomi ini disarankan untuk digunakan sebagai alat untuk mengamati, menganalisis, dan menelaah hal mengalami waktu (kronemika) dari komunikasi antarbudaya.

Menarik untuk dicermati, akhir – akhir ini (atau mungkin sudah ada sejak lama). Masyarakat Indonesia terkenal dengan jam karetnya “Ngaret“. Artinya pada saat berjanji dengan waktu yang sudah disepakati. Terkadang mengundurkan waktunya, entah itu 30 menit, 1 jam , 2 jam, dan seterusnya. Hal ini justru menjadi hal yang “Wajar“ di Indonesia. 

Padahal apabila kita melakukan bisnis dengan orang lain maka berapa jumlah kerugian yang akan hilang karena “ngaret” tersebut. 

Apakah ngaret ini karena kebiasaan sehingga sudah menjadi budaya ataukah hanya sekedar “penyakit” individual. 

Karena tidak semua orang melakukan “ngaret”. Hal ini perlu diteliti dan ditindak secara lebih lanjut. Dan Taksonomi bisa dijadikan alat untuk mengamati, menganalisis, dan menelaah hal mengalami waktu.

Taksonomi dapat digunakan untuk menganalisis dan menelaah perilaku waktu dan lingkungan waktu dari berbagai bentuk interaksi. Di bawah ini sangat berkaitan satu sama lain dan hierarki tingkat perilaku temporal tidak selalu dianjurkan :

• Dorongan Waktu ( Temporal drives )

• Petunjuk Waktu ( temporal Signal )

• Sinyal Waktu ( Temporal Signal )

• Perkiraan waktu ( temporal estimates )

• Lambang waktu ( temporal symbolis )

• Kepercayaan Waktu ( temporal beliefs )

• Motif waktu ( temporal motives )

• Penilaian waktu ( temporal judgment )

• Nilai Waktu ( temporal values )

WAKTU MENENTUKAN HUBUNGAN ANTARMANUSIA. POLA HIDUP MANUSIA DALAM WAKTU DIPENGARUHI OLEH BUDAYANYA :

1. WAKTU POLIKRONIK:  Memandang sebagai suatu putaran yang kembali dan kembali lagi. Mereka cenderung mementingkan kegiatan-kegiatan yang terjadi dalam waktu ketimbang waktu itu sendiri, menekankan keterlibatan orang-orang dan penyelesaian transaksi ketimbang menepati jadwal waktu.

2. MONOKRONIK: Memandang waktu sebagai berjalan lurus dari masa silam ke masa depan dan memperlakukannya sebagai entitas yang nyata dan bisa dipilah-pilah, dihabiskan, dibuang, dihemat, dll. ( Dadan Anugerah : Dimensi Waktu Dalam KLB ).

Oswald Spengler berkata, “ Makna yang secara intuitif diterapkan pada waktulah yang menyebabkan satu budaya dibedakan dari budaya yang lain” ( 1926 : 130 ). Pandangan bahwa temporalitas satu budaya lebih baik dari temporalitas budaya yang lain tampak sebagai dasar utama persepsi antarbudaya terhadap inferioritas dan superioritas.

Jika suatu kelompok budaya menganggap bahwa “waktu mereka” lebih tinggi dari pada waktu, perwaktuan, dan tempo kelompok budaya lain; maka mereka telah meletakkan dasar untuk lebih menyukai aspek – aspek budaya berkenaan dengan ruang, penetapan ruang, dan gerak lewat ruang. Bahkan bahasa bisa dikaitkan dengan pandangan superioritas dan inferioritas waktu.

Falsafah Cassirer yang secara meluas diterima dan dihormati mempunyai praduga kasar bahasa – bahasa yang “maju adalah bahasa yang lebih terperinci dalam Zeitworternya (kata waktu ) dari bahasa – bahasa yang kurang maju. ( Cassirer 1953:215-226 ).

Dalam Buku “Politik Panjat Pinang” karya Komaruddin Hidayat, dikatakan bahwa ada teori, secara antropologis bangsa ini tergolong sebagai the defeated culture. Sebuah bangsa yang ditakdirkan Tuhan untuk selalu kalah. Kemudian Teori ini dibantah, karena Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum, bila mereka tidak mengubah nasib suatu kaum, bila mereka tidak mau mengubah nasib dirinya. 

Yang lain berpendapat, ini semua akibat dimanja alam yang subur sehingga menjadi malas. Yang lain lagi berpendapat, karena tidak mengenal siklus empat musim, bangsa Indonesia tidak terbiasa membuat perencanaan dan antisipasi ke depan sebagaimana mereka yang mengenal musim salju yang mencekam. 

Lainnya menyebutkan, kehancuran mental bangsa ini akibat terlalu lama dijajah sehingga suasana batinnya selalu ingin marah, memberontak, mencari jalan pintas, dan mereka hanya tunduk pada pemimpin yang kuat. 

Akibat, lama dijajah, baik oleh kekuatan asing maupun pemerintahan sendiri, masyarakat tidak memilki tradisi hidup teratur dan disiplin kecuali diancam dengan senjata. ( 2006:75 ).

Pernyataan diatas ada benarnya juga, apabila dilihat dari sudut pandang saya sebagai pengamat, memang Indonesia cenderung kepada sifat “malas” sehingga sifat tersebut bisa mempengaruhi budayanya. Dan dikaitkan lagi dengan tradisi “ngaret” maka bisa saja “ngaret” adalah sub bagian dari malas sehingga masyarakat tidak hidup teratur dan disiplin. 

Dimensi Waktu terhadap Komunikasi Antar Budaya juga bisa dilihat pada masyarakat Bali saat ini, dulu sekitar tahun 1920 atau 1930, wanita bali masih mengenakan baju tradisionalnya sedangkan “maaf” payudaranya masih terlihat. Tapi, sekarang wanita Bali saat ini mengenakan baju tradisionalnya dengan tertutup. Hal ini bisa menunjukan bahwa ada sebuah proses budaya dari waktu ke waktu.

Keajegan citra masa depan satu kelompok budaya mungkin dapat mencegah atau menghalangi anggota kelompok budaya tersebut untuk memikirkan hal yang ada kaitannya dengan perencanaan atau berbagi cara berharap. 

Aspek penting lainnya dari dimensi waktu berkenaan dengan cara bagaimana dan sejauh mana menjaga waktu yang objektif digunakan dan bagaimana hal demikian mempengaruhi kecepatan waktu (temporal pacing) dan pola – pola waktu dalam budaya tertentu. Yang lebih penting lagi bagaimana kendala dan kendali waktu objektif dapat mempengaruhi orang dari berbagai budaya dengan orientasi waktu yang berlainan.



Referensi :

Hidayat, Komaruddin.”Politik Panjat Pinang:Di Mana Peran Agama ?”.Jakarta: Kompas, 2006.

Mulyana, Deddy dan Jalaluddin Rakhmat. “ Komunikasi AntarBudaya : Panduan Berkomunikasi dengan Orang – Orang Berbeda Budaya .” Bandung : Remaja Rosdakarya, 2005.

Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2007.

Dari Tampomas menuju Rinjani Episode 8


Taman Nasional Gunung Rinjani (doc. Khanoman Adventure)

Akhirnya sampai juga mereka di Pos 2, disini ada banyak air dan ada warung juga. Pemilik warung sempat bercerita, bahwa disini banyak orang utan (sebutan bagi hantu). “Hati-hati kalau ada yang ngajak ngobrol, bisa-bisa itu orang utan. Bisa-bisa kalian disesatkan,”ujar pemilik warung.

Dzikri dan Ilham bercerita, bagaimana, salah satu anggota tim pendakian lain pernah ada yang kesurupan,”di anggota yang lain ada yang kesurupan. Untungnya tidak sampai terjadi apa-apa,”ujar Ilham dan di amini oleh Dzikri.

Setelah mendengarkan cerita tersebut, Anggota tim semakin merapat. Kerenggangan yang sempat terjadi kini mulai sedikit cair. Cair karena ketakutan dan misteri. Waktu sudah mulai menyusut, matahari mulai tenggelam.

Keberuntungan bagi anggota tim yang membawa bunga abadi. Sebab petugas jaga sudah lepas tugas, maka otomatis pemeriksaan ransel tak akan terjadi. Kalau saja pemeriksaan terjadi dan didalam ransel kami ada bunga abadi. Matilalah.

Sebab, bunga  abadi ini dilindungi oleh pemerintah. Ketahuan membawa bunga edelwis maka hukumannya denda atau penjara. Tapi, bunga abadi masih saja diperdagangkan terutama di daerah wisata Bromo.

Pukul sembilan malam, sampailah kami di gerbang Taman Nasional Rinjani. Perjalanan yang benar-benar menguras tenaga, mental, dan emosi. 12 jam lebih diperjalanan membuat kami semua begitu lega.

Meski Ilham merasa perjalanan ekspedisi ini tak bisa dinikmati. “Terlalu cepat, manajemen waktunya masih buruk. Mungkin karena kami masih jarang melakukan ekspedisi bersama.”ujar Ilham meradang.

Meski begitu, semua bersyukur perjalanan ekspedisi akan segera berakhir. Artinya, Ilham akan segera mendaftar ke Universitas, Ade Rian akan kembali kerja, Adhit kembali ke kampus, Restu kembali berwirausaha, dan Dzikri kembali ke kehidupan normalnya.

bersambung...

History China dan Jepang


sumber: internet


1.Tentang China

China dalam kamus besar bahasa indonesia, bisa bermakna (negeri, tanah), Tiongkok; Tionghoa.

China merupakan Negara dengan wilayah yang sangat luas di dunia dan memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia disamping India. 

Negara ini memiliki objek – objek wisata yang sangat terkenal di dunia yaitu Tembok Rakyat China. Tembok Rakyat China merupakan salah satu peninggalan sejarah yang termasuk kedalam tujuh keajaiban dunia. 

Binatang kas China adalah panda. China terkenal dengan sebutan tirai bambo.  Mengapa disebut sebagai Negara tirai bamboo? karena China menganut paham komunisme dan seolah – olah negaranya tertutup bagi Negara lain.

Namun, lambat laun China mampu membukakan diri dan bersaing dengan Negara lain disegala  bidang. Contohnya dalam bidang ekonomi, China mampu bersaing dengan Jepang, Amerika dan Negara maju lainnya. Alat – alat elektronik berasal dari China mampu menjadi salah satu barang yang bertahan di pasaran. Seperti: Motor Jialing dan lain –lain.

2.Persaingan  China vs Jepang Bagian Pertama

Taukah anda? Sebelum bersaing dengan Negara lain pada saat ini. Ternyata China pernah terlibat perang dengan Jepang. 

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, perang bisa mempunyai makna  yaitu, permusuhan 
(pertempuran dsb) bersenjata antara negara (bangsa, tentara) dengan Negara (bangsa, tentara); perjuangan , perkelahian (mengadu tenaga,dsb).

Awal mula terjadinya pertikaian karena ambisi Jepang yang sedang mencari sumber daya alam dan perluasan wilayah untuk memperkuat pertahanan. Pada abad ke – 19 Jepang, melihat China dan Korea semakin rapuh kekuatannya, baik bidang politik maupun militer. Hal inilah yang berusaha dimanfaatkan oleh para pemimpin militer dan industri jepang menjadi suatu kesempatan.

Kesempatan pertama diperoleh tahun 1872, ketika pelaut Jepang dibunuh oleh penduduk Pulau Formosa (Taiwan kini), yang merupakan bagian dari China. Jepang menuntut kompensasi  atas kejadian tersebut. China pun membayar tuntutan itu dan hal itu membuktikan bahwa kekuatan Jepang mulai di perhitungkan.

Tahun 1894 Jepang merasa semakin kuat dan ingin menjajal kekuatan itu secara nyata. Maka Jepang bersiap untuk berkelahi dengan China sewaktu atas permintaan Korea. 

China mengirim pasukan untuk membantu memadamkan gerakan Revolusi Tiongkok di negeri tersebut. Namun Jepang juga ikutan mengirimkan tentaranya ke Korea dan menuntut Korea melakukan reformasi pemerintahan dengan bantuan Jepang.

Tatkala China menunjukan sikap tidak bersedia bekerja sama dengan Jepang, maka perang pun tak terhindarkan. Tentara Jepang yang terlatih, lebih modern, dan dengan pemimpin yang professional, berhasil mengalahkan pasukan China di setiap pertempuran.

Hanya dalam beberapa bulan saja seluruh Korea diduduki Jepang, termasuk Manchuria yang merupakan milik China dan merebut semenanjung Liaotung (kini Liaodong) di Manchuria Selatan. 

Armada China pun disapu  dalam pertempuran laut. Perang ini diakhiri dengan Perjanjian Shimonoseki, yang mewajibkan China membayar kompensasi besar kepada Jepang serta kehilangan haknya atas Liaodong, Formosa, dan kepulauan Pescadores yang terletak diantara Formosa dengan daratan China.

3. Persaingan China vs Jepang bagian kedua

Sikap agresi Jepang terhadap China akhirnya meletup juga lewat apa yang dinamakan “ Insiden jembatan Marco Polo “. 

Insiden yang terjadi pada tanggal 7 Juli 1937 terjadi sewaktu satu kompi pasukan Jepang berniat memasuki kota kecil Wanping di  luar ibukota Peking dengan paksa, dalihnya mau mencari seorang anggota yang hilang. 

Niat mereka ditolak oleh tentara China yang menjaga jembatan itu, sehingga terjadi tembak – menembak. 

Insiden ini disengaja atau tidak disengaja dijadikan Jepang untuk melancarkan agresi terhadap China, yang dilancarkan mulai 28 Juli dengan mengerahkan kekuataan darat dan udaranya. Perang ini nantinya baru berakhir tahun 1945 dengan menyerahnya Jepang pada Perang dunia kedua.

China yang sedang dalam kondisi perang saudara antar kaum nasionalis dengan komunis, tidak berdaya menghadapi serbuan besar – besaran ini. 

Kota – kota besar di China berjatuhan. Dalam aksi inilah Jepang melakukan kejahatan perang luar biasa dengan membantai puluhan ribu penduduk kota Nanking dan ratusan ribu lainnya yang diperkosa dan disiksa.

Karena keberutalan inilah di kota ini terkenal dengan sebutan “ The Rape of Nanking”. Nanking adalah ibukota baru Chiang Kai shek setelah Peking direbut Jepang. 

Perang di China ini memang berlangsung kejam dan mengorbankan jiwa serta harta benda yang begitu besar, sehingga sampai sekarang sentiment terhadap Jepang masih umum di China.

Sekalipun Jepang berhasil menguasai kota – kota besar di China, mereka tidak mampu menggulung China yang begitu luas dan medan berat di pedalaman. 

Perang ini pun mengalami stalemate, kebuntuan yang berlangsung hingga akhir perang dunia kedua. Karena, kealotan China yang sulit dipatahkan, Jepang pun melirik Asia Tenggara yang kaya akan bahan mentah.

4. Persaingan China vs Jepang masa kini

Pada masa saat ini persaingan antara kedua Negara begitu sengit. Bahkan Jepang yang merupakan produsen produk -  produk yang sangat berkualitas. Ternyata mampu di saingi oleh China. Namun, mereka bersaing secara sehat walaupun goresan sejarah yang masih membekas tidak akan bisa dihapus sampai kapan pun. 

China kini sudah menjadi Negara yang sangat diperhitungkan di dunia baik ekonomi, politik, bahkan dalam bidang olahraga. Dalam bidang ini China mampu menjadi yang terbaik dalam Olimpiade Beijing 2008, dan mampu melahirkan atlit – atlit yang berkualitas seperti Yao Ming ( Basket ), Lin dan ( bulu tangkis ) dan lain – lain. China, mereka mempunyai semangat untuk maju.



Sumber Referensi :

Kamus Besar Bahasa Indonesia 

Majalah Angkasa “ Perang Asia Timur Raya  kedigdayaan dai Nippon “ Edisi Agustus 2008.hal ( 9 ), ( 10 ), ( 12 ),(13).

Pengantar Sejarah Barat


sumber: internet


Apakah arti Sejarah itu?

Apakah arti Barat ?

Mengapa Barat?


1. Apakah arti Sejarah adalah Peristiwa masa lalu (kehidupan manusia), segala aktivitas Budaya, Ekonomi, Politik.

2. Apakah arti Barat, yang pertama kali mengucapkan Barat adalah Bangsa Mesopotamia. Meso berarti tengah >Barat =West ( Tempat matahari terbenam ). Mesopotamia diapit dua sungai tigris dan eufrat.

Lahirnya Astronomi adalah ilmu perbintangan. 

>Kebudayaan Mesir Kuno. 

* Pusat peradaban dunia di Irak,Siria, Mesir.

>  Near Eastern Civilization adalah di Irak.

> Far Eastern Civilization adalah di Tiongkok.

> Western Civilization adalah di Barat.

3. Mengapa Barat pegang pengaruh dunia

Menurut Prof. Jan Romein menyangkal factor2 :
@ Geografis:

> Iklim

> Luas Wilayah
@ Demografis

@ Ethnologi

@ Jiwa Eropa……?

Jawabannya adalah harus menulusuri Sejarah Kuno.

Eropa merupakan perluasan Asia ( Eurasia ).

Rusia merupakan Ras Slavia.

Periodisasi Sejarah Eropa.

I. Zaman Yunani Kuno : Yunani,Romawi

II. Abad pertengahan : Romawi 479 – Century 15

III. Zaman Modern : 15/16
Humanisme

Renaisance + Islam

Protestanisme 

Aufklarung ( Pemikiran ) Century 17

Liberalisme

Nasionalisme Century 14

Revolusi Industry Century 18

Imperialisme

Revolusi Perancis dll. tahun 1850

>Tiap unsur diatas bersama-sama menciptakan jiwa Barat

>Produk dari Sejarah

Isi Peradaban Barat :

@ Mengajarkan Kehidupan Bermasyarakat 

@ Tradisi Graeco-Roman: Tradisi Yunani – Romawi
*Bahasa

        *Sastra

*Filsafat

*Seni

*Arsitektur

*Hukum

Konsep konsep politik as monarki, Aristrokrasi, Demokrasi.

@ Ajaran tentang Spiritualitas dan Etika.

@Konsep Sosialisme, Surealisme, Individualisme, Nasionalisme.

>uu no 2 tahun 1945 = mengatur lembaga lembaga Negara.

Sejarah yaitu Ilmu yang mengenai data-data.

Arkeologi yaitu Ilmu yang meneliti dan menelaah tentang benda-benda kuno.

Akibat : @.ide missionary *semangat perang suci.

       @.sifat ekspansi *bangsa eropa berkelana keluar batas.

                  * Tanah baru atas nama Amerika.

Penduduk Eropa atas nama Caucasian.

Bahasanya sebagai Indo-Eropian ( ARIA ).

- A big family dari suatu bangsa.

Agama Nasrani, Protestantisme, Aufklarung, Revolusi Industri, Revolusi Perancis.

*1429 columbus = Ekspansi ke Amerika.

( AP )=Middle Ages = Dark Ages. Disebut Dark Ages karena tidak ada suatu perkembangan.

*Imperium Romawi = lahirnya Nasrani

- KING OF KING = IMPERIUM

* Martin Luther 1517, seorang doctor Filsafat 

- Indulgence = Surat penghapusan dosa.

-Raja Saxsony melindungi Marthin Luther.